Thursday, November 27, 2014

WACANA : WANITA KARIR KERJA 6 JAM SEHARI

Kabar gembira sob datang dari pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia ke 7 ini. Wacana muncul tentang "pengurangan jam kerja" sebanyak 2 jam bagi pekerja wanita. Ini tentu sangat bermanfaat khususnya bagi para ibu yang ingin sekali tetap dekat dengan anak-anaknya walaupun menjadi wanita karir.



Sudah menjadi pembicaraan umum kan...bahwa kebanyakan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan mereka, merasa cukup tenang dengan menitipkan anaknya kepada pembantu di rumah atau menitipkan kepada tempat-tempat yang menyediakan jasa menjaga anak-anak mereka sepanjang hari selama orang tuanya di kantor. 

Ada betulnya juga sih bro...memenuhi kebutuhan hidup keluarga juga memang sebuah prioritas sebagai orang tua. Tapi yang perlu menjadi pemikiran para orang tua bahwa anak-anak kita membutuhkan pendampingan dalam pembinaan dan pendidikannya. Yang lebih mendasar lagi bahwa orang tua adalah yang pertama dan utama yang bertanggung jawab atas pendidikan anaknya. Bukan masjid, TPA atau TPQ yang sebenarnya bertanggung jawab dalam mengajarkan cara membaca Alqur an bagi anak-anak muslimin, atau kitab lain bagi non-muslim. Bukan guru yang memiliki tanggung jawab mendidik anak-anak agar bisa membaca. 

Kebetulan saya muslim, dan yang saya pelajari dalam sebuah hadist ada kalimat dari Rosululloh SAW bahwa orang tua-lah yang bertanggung jawab akan pendidikan dan pembinaan itu. Para ustadz, kyai, guru, dosen ada itu untuk membantu meringankan tugas daripada orang tua. Karena tidak semua orang tua memiliki kemampuan dalam mendidik dan membina anak-anaknya, maka para guru, para dosen, para ustadz, para kyai dapat menjadi pilihan untuk membantu kita para orang tua untuk menjadi pendidik anak-anak kita.

Kedekatan orang tua, terutama seorang ibu kepada anaknya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan anak-anaknya. Lebih keren lagi kalo dalam percakapan anak dan orang tua itu seperti sedang ngobrol dengan temen-temennya sendiri. Jadi anak tidak merasa canggung ketika harus mengungkapkan apapun kepada orang tuanya. Nah dari percakapan yang akrab dan hangat antara orang tua dan anak akan muncul hal-hal yang dialami anak dalam dunianya yang kemudian orang tua dapat memberikan masukan atau perhatian-perhatian khusus jika memang ada hal-hal yang melanggar pada norma, baik norma agama atau norma yang lainnya. Tanpa adanya kedekatan dan keharmonisan hubungan anak dan orang tua terutama ibu, akan sangat sulit memantau perkembangan anak, memantau pergaulan mereka didunia mereka.

Ok bro.., saya juga berharap wacana diatas akan segera direalisasikan sehingga kedepan, pendidikan anak-anak bangsa Indonesia akan jauh lebih baik dan memiliki menta-mental pejuang. Bagi para ibu, jika wacana ini benar direalisasikan, maka silahkan dimanfaatkan betul untuk mendampingi anak-anak dalam menempuh pendidikannya, dalam mempelajari tentang kehidupan. Semoga barokah....