Friday, December 20, 2013

MIKUL DUWUR MENDEM JERO

Assalaamu'alaikum, sobat blogger diseluruh penjuru dunia, semoga Allah selalu memberikan kepada kita semua aman, selamat, lancar, berhasil dan barokah.., aamiin.

Mikul duwur = menjunjung tinggi

Mendem jero = menyimpan dengan sangat rapat


Sobat blogger, ini adalah peribahasa dalam bahasa jawa. Peribahasa ini biasanya diperuntukkan kepada siapa saja. Setiap orang pasti memiliki orang tua, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Tidak ada satupun norma atau agama yang mengajarkan untuk tidak menghormati orang tuanya. Semua agama mengajarkan agar anak selalu berbakti kepada orang tua.


Hal ini juga sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Karena orang tua adalah pahlawan besar dalam kehidupan setiap anak. Apalagi seorang ibu yang mengandung kita selama 9 bulan. Mau menyadari atau tidak bahwa ketika kita dalam kandungan itu, ibu kita selalu merasakan tidak nyaman sebenarnya. Walaupun ada beberapa ibu mengatakan tidak ada rasa mual, pusing, tapi tetap saja sebenarnya tidak nyaman. Ibu dapat tetap bersabar dan mencoba merasa nyaman karena saking sayangnya dengan calon akan dalam kandungannya. 

Beberapa perempuan yang hamil kadang harus dirawat, mereka tidak doyan makan, kepala pusing, perut mual enggak karuan. Tidak hanya satu atau dua bulan, bahkan ini berlangsung ada yang empat bulan, ada yang lima bulan dan sebagainya.

Tentu yang paling luar biasa tentang seorang ibu adalah ketika proses melahirkan kita. Saat itulah keadaan antara hidup dan mati, nyawa dipertaruhkan untuk mengeluarkan bayi dari rahimnya. Ibu berjuang sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit yang luar biasa, dan hanya ibu yang tahu itu.

Maka betapa bodohnya kita jika berani berbuat kasar kepada orang tua terutama ibu. Ingatlah bahwa kita ini lahir atas perantara mereka. Ibu yang sudah mati-matian menjaga kita dalam kandungan dan melahirkan kita.

Cobalah luangkan sedikit waktu untuk merenung, mencoba memposisikan diri kita seandainya kita adalah seorang ibu. 

Untuk itu artikel ini saya beri judul "mikul duwur mendem jero", yang saya artikan : mengangkat derajat orang tua setinggi-tingginya dan mengubur, menutup semua kejelekan orang tua sedalam-dalamnya.