Wednesday, March 20, 2013

Membina Generasi Z (1)

Hai sobat dan para orang tua semuanya...
Seperti halnya jarum jam yang terus bergerak, waktu pun terus bergerak maju meninggalkan masa lalu kita semua. Seiring bergeraknya waktu, maka tumbuh dan hilang generasi manusia di muka bumi ini. Hingga lahirlah generasi yang saat ini di sebut sebagai GENERASI Z. Generasi z adalah mereka yang lahir setelah tahun 1990 dan saat ini mereka telah tumbuh menjadi remaja. Salah satu ciri mereka adalah senang dengan perangkat-perangkat digital dan dengan cepat mereka dapat mengoperasikannya. Mereka senang dengan hal-hal yang instan dan ingin segala sesuatu terjadi dengan instan, mereka tidak menyukai proses apalagi yang berbelit-belit. Ciri yang lain adalah mereka cenderung individualis. 

Sobat pasti juga tahu bahwa saat ini banyak sekali orang tua yang bisa dibilang bingung dengan anak-anak jaman sekarang. Mereka acuh dengan orang lain, luntur sopan-santun dan kasih-sayang kepada orang tua. Hal ini membuat orang tua frustasi, "bagaimana mendidik anak saya ini!".
Namun banyak juga orang-orang yang memperhatikan perubahan-perubahan sikap para generasi muda ini. Kemudian mereka berusaha membentuk komunitas, yayasan dan lain-lain dalam rangka membina generasi z ini agar tetap dapat berkembang dengan baik dan dapat meneruskan kehidupan yang baik. Termasuk saya dan teman-teman juga ikut andil dalam pembinaan generasi z ini. Kami ikut membina anak-anak dari usia 5 sampai dengan pra nikah untuk mempelajari ilmu Alqur an dan Al-sunnah. 
Hari Selasa, tanggal 19 Maret 2013 kami mengadakan pertemuan dengan teman-teman dari usia 13 sampai dengan pra-nikah dirumah teman kami. Kegiatan ini di mulai dari jam 19.00 sampai dengan jam 21.00. Kebetulan saya dipercaya untuk menjadi wali mereka dari usia smp sampai pra-nikah. Pertemuan itu diisi dengan bacaan Alqur an yang dipimpin oleh salah satu dari mereka yang bacaan Alqurannya menurut mereka lebih baik. Kemudian diteruskan oleh semua yang hadir secara bergantian. Mereka saling menyimak bacaan temannya dengan khusyu'. Jika bacaan temannya ada yang tidak sesuai dengan hukum tajwid, mereka langsung menegur dan dibenarkan sesuai hukum tajwidnya.
Setelah semua peserta pertemuan mendapat giliran membaca Alqur an, lalu ada nasehat dari pembina. Dalam nasehatnya beliau menekankan agar mereka benar-benar menghindari pergaulan bebas dan narkoba. Bahkan beliau menyampaikan agar mereka tidak melakukan hal-hal kecil yang mengarah kepada pergaulan bebas. Karena dari hal-hal kecil itulah hal-hal besar (dosa-dosa) besar dapat terjadi. Karena tidak mungkin orang akan kesandung gunung lalu jatuh, yang mungkin adalah kesandung batu kecil atau terpleset kuit pisang sehingga orang itu jatuh. 
Di akhir acara kami bersama-sama membuat ayam bakar di teras rumah. Suasana makin meriah rasanya dengan acara penutup ini. Acara ini akan diadakan rutin setiap hari selasa. Para pengurus dan pembina turut serta mengawasi jalannya acara ini.
Demikian sobat cerita saya kali ini, semoga bermanfaat. Terima kasih atas mampir dan membaca halaman ini. Semoga Allah senantiasa melimpahkan Aman, Selamat, Lancar dan Barokah kepada kita semua. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang unggul berkarakter, profesional dan spiritual, aamiin.