Thursday, March 28, 2013

Membina Generasi Z (2)

Sobat blogger dan para generasi muda yang penuh semangat..., jumpa lagi di halaman saya yang sangat sederhana sekali ini. Kali ini saya akan update tentang kegiatan yang saya lakukan bersama komunitas pecinta tanah air dan cinta kebaikan untuk bekal menghadap Allah. Karena tidak ada satupun manusia yang akan hidup kekal selamanya. Semua pasti akan menjumpai ajalnya masing-masing sesuai dengan yang telah ditentukan Allah. Bahkan orang sekaliber Albert Einstein atau barangkali Fir'aun yang mengaku tuhan sekalipun semua akhirnya mati. Termasuk para manusia-manusia pilihan Allah yaitu para rosul sekalipun tidak bisa terhindar dari kematian dan semua diminta mempertanggungjawabkan semua perbuatannya disisi-Nya.
Selasa, 26 Maret 2013 saya dan teman-teman remaja kembali bertemu di salah satu rumah teman kami. Kalau sebelumnya kami kumpul di rumah bapak Teddy, kali ini kami kumpul di rumah bpk Syaifuddin. Kebetulan anaknya juga salah satu remaja dalam komunitas kami. Seperti minggu lalu, malam itu kami mempelajari bacaan Al-Quran, maknanya dan keterangannya. Kebetulan malam itu kami membaca surat Al-baqoroh ayat 221 tentang hukum pernikahan. Bahwa Allah melarang muslim dan muslimah untuk menikah dengan orang yang menyekutukan Allah/ musyrik. Selain mereka menentang Allah, jika muslim dan muslimah menikah dengan musyrik maka akan banyak menimbulkan ketidaknyamanan dalam hati masing-masing.

Para peserta baik laki-laki maupun perempuan yang datang malam itu nampak senang. Selain mereka dapat menambah ilmu dengan hadir dalam acara itu, mereka juga dapat bertemu dengan teman-teman sebaya mereka.
Maaf ya sob kualitas gambarnya tidak bagus, atau jangan-jangan malah sobat sakit mata setelah melihat gambar ini..hehehe. Maklum menggunakan kamera hp seadanya saja. Yang ikut dalam acara ini adalah mereka yang sudah masuk kelas 7 sampai pra-nikah. Dengan melakukan hal-hal positif seperti ini mereka berharap dapat setidaknya meminimalisir pengaruh-pengaruh buruk yang terus berkembang disekitar mereka. Apalagi remaja-remaja usia mereka masih labil dan sangat mudah terbawa oleh hal-hal yang sebenarnya merusak diri dan masa depan mereka sendiri.
Tidak lupa pembina komunitas juga ikut hadir dalam setiap acara kami ini. Mereka mengawasi proses pembinaan generasi muda dalam komunitas ini. Dan biasanya di akhir acara pembina akan memberikan nasehat-nasehat agama serta memotivasi kami sebagai generasi muda. Mereka para pengurus dan pembina serta pendidik kami, tidak pernah meminta upah sepeserpun dalam rangka membina kami. Semua mereka lakukan karena ingin mendapat ridho Allah semata. Dan mereka berharap dengan melakukan hal ini, suatu hari ketika anak mereka tumbuh juga ada orang-orang yang peduli dengan pembinaan anak-anak mereka.

Demikian sobat cerita saya kali ini, semoga bermanfaat. Terima kasih telah mampir dan membaca halaman ini dan sampai jumpa ditulisan saya yang lain. Semoga Allah senantiasa memberikan Aman, Selamet, Lancar dan Barokah..aamiin.