Thursday, April 11, 2013

TERKIKISNYA BUDAYA TATA KRAMA

Sobat blogger dan seluruh generasi muda di planet ini..., sobat pasti sudah faham apa sih maksud kata "orang tua" dan "orang yang di tuakan"?. Sedikit kita ulang bahwa orang tua adalah siapapun yang usianya lebih tua dari kita. Sedangkan orang yang di tuakan adalah mereka yang belum tentu usianya lebih tua dari kita tapi di anggap sebagai orang tua. Contohnya bos kita, guru kita, dosen kita, ketua karang taruna kita, pak RT kita dan lain-lain.

pernahkan sesekali kita memperhatikan kehidupan disekitar kita..? Merasakan dan meneliti serta menempatkan diri kita sebagai orang tua atau orang yang dituakan? Pasti sobat semua menyadari bahwa tahun bertambah tahun, moral manusia semakin jauh dari sopan santun, budi pekerti luhur. Terutama yang paling parah terjadi pada generasi muda. Sadar atau tidak mungkin salah satunya adalah kita sendiri. 

Pernahkah kita dipanggil oleh bapak atau ibu kita berkali-kali dan kita bilang "sebentar bu...sebentar pa..." dan itu berulang-ulang, hingga membuat orang tua kita harus menunggu dengan sabar...? Pernahkah kita ketika bertemu guru kita, dosen kita kemudian kita diam saja dengan ekspresi wajah dingin, atau hanya diam tanpa menyapa...? Pernahkan kita melintas didepan para orang-orang yang lebih tua atau guru atau dosen atau tetangga kita dengan mengucapkan permisi...? Hal-hal seperti ini sudah sangat jarang kita jumpai disekitar kita. Padahal dengan melakukan sikap-sikap seperti itu perlahan tapi pasti kita sedang mengangkat kehormatan kita sendiri seperti kita sedang menaiki anak tangga satu demi satu.

Penghormatan, tata krama, sopan santun yang kita lakukan kepada orang lain bukan semata-mata menghargai orang lain, bukan semata-mata menghormati dan menganggap orang lain lebih baik dari kita. Justru sebaliknya..., dengan begitu kita sedang mengangkat derajat kita sendiri, sedang menghiasi diri kita dengan perbuatan-perbuatan mulia yang menjadi tabungan amal baik kita. 

Terkadang kita egois, merasa tidak perlu menghormati orang lain, tidak perlu bertata krama dengan orang lain karena merasa orang lain juga tidak pernah bertata krama dengan kita, tidak pernah menghormati kita. Ini seperti perumpamaan ikan di laut yang mati. Asinnya air laut perlahan akan masuk kedalam daging ikan tersebut dan dagingnya tidak lagi segar. Terbawa warna dalam lingkungan. Tapi bagi kita yang tetap berbuat baik kepada orang lain walaupun mereka cuek kepada kita, tetap menghormati dan menghargai orang lain walaupun mereka acuh adalah seperti ikan laut yang hidup dengan sehat. Walaupun air laut terasa asin namun tidak akan mempengaruhi kualitas daging ikan tersebut.

Berikut ini adalah tata krama terhadap yang lebih tua/ yang dituakan :
  1. Bertutur kata dengan bahasa yang halus dan baik
  2. Mendahului salam/ menyapa
  3. Memanggil dengan awalan sebutan yang baik (bapak, ibu, mas, mbak..dll)
  4. Berjabat tangan dengan agak menundukkan kepala dan lebih baik sambil mencium tangganya (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  5. Segera menjawab dan mendatangi bila dipanggil
  6. Bila melintas di depannya, mengucapkan permisi sambil agak membungkukkan badan
  7. Bila orang yang lebih tua sedang duduk, tidak berdiri di sekitarnya
  8. Tidak duduk ditempat yang lebih tinggi daripada tempat duduk orang yang lebih tua.   
Demikian sobat dan para generasi muda yang membanggakan..., semoga bermanfaat. Maaf jika tulisan ini tidak berkenan di hati sobat. Semoga Allah senantiasa memberikan keamanan, keselamatan, kelancaran dan keberkahan..aamiin.