Sunday, February 16, 2014

1 PEMUDA YANG HAUS ILMU DAN IBADAH = 72 ORANG YANG JUJUR

Assalaamu'alaikum Wr. Wb., sobat yang setia berkunjung ke blog sederhana ini, hari senin ini semoga semua sobat dimanapun berada tetap dalam ridlo Allah S.W.T.
Di usia muda, orang pada umumnya ingin hidup santai dan bebas, foya-foya, bersenang-senang, kesana kemari tanpa ada yang melarang. Hehehe..., jadi inget lagunya bang haji Rhoma. Dan memang begitulah kenyataannya mayoritas pemuda. Kalau urusan duniawi, seperti sekolah, bekerja itu tidak perlu disuruh-suruh, tidak perlu di tarik-tarik, umumnya mereka akan mencari dan berjalan sendiri tanpa ada paksaan. Namun urusan mencari ilmu agama, ibadah, mayoritas orang apalagi para pemuda, malesnya minta ampun.

Coba perhatikan, dimasjid-masjid, majelis ta'lim rata-rata yang hadir adalah orang-orang tua. pemuda berkilah bahwa orang tua itu ajalnya sudah dekat, jadi yang rajin ibadah...! Padahal orang mati dari zaman nabi Adam sampai zaman nabi Muhammad bahkan sampai dengan hari ini tidak melulu yang tua. yang masih bayi, yang masih anak-anak, yang remaja, yang dewasa dan yang tua semua pantas mau mati kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi yang bagaimana saja. Anak laki-lakinya nabi Muhammad mati dalam usia kanak-kanak, dan banyak artis Indonesia dan mancanegara yang mati masih dalam usia muda. 

Jadi alasan apalagi sob.., mau tunggu ajal datang baru nyadar atau gimana..!?. Padahal pemuda yang rajin mencari ilmu agama dan rajin ibadah itu mendapat balasan special dari Allah. Di riwayatkan oleh At-thobroni fil kabir ; "Ayyumaa Naasyi-in nasya-a fii tholabil 'ilmi wal'ibadati chattaa yakburo a'thoohulloohu yaumal qiyaamati tsawaabatsnaini wasab'iina shiddiiqon", yang artinya : Dimana ada seorang pemuda yang tumbuh dalam mencari ilmu agama dan beribadah sehingga tua, maka di hari qiamat Allah akan memberikan padanya pahala seperti 72 orang yang ahli jujur.

Saya menulis ini bukan berarti sobat para pemuda kemudian hanya mencari ilmu agama saja, tapi ilmu dunia dan ilmu akhirat (agama) sama-sama harus di cari. Karena kita hidup perlu biaya, dan biaya itu kita dapatkan dengan cara memiliki ilmu dunia. Nah.., ilmu dunia tersebut juga harus kita manfaatkan untuk kelancaran kita dalam beribadah kepada sang pencipta kita, Allah S.W.T.