Wednesday, February 26, 2014

Caberawit Untuk Meja Pemimpin [part 4]

Hai sob...semoga tidak bosan ya mampir ke blog Rajamenyok apalgi dapat informasi baru.

Sore itu tepat senin tanggal 24 Februari 2014 lalu, saya mencoba melonggarkan waktu untuk berkunjung ke Rumah Sabilillah saya menyebutnya, adalah tempat dimana adik-adik saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mereka belajar ilmu agama di rumah tersebut.

Rumah tersebut dibeli secara swadaya oleh warga LDII yang kebetulan tinggal di sekitar rumah tersebut, yaitu di jalan Hercules 4 no 9, komplek melong green garden Cijerah Cimahi. Jauh memang dari kesan santri yang sedang belajar ilmu agama. Kebanyakan dari mereka menggunakan baju alakadarnya saja, tidak semua menggunakan baju koko atau baju muslim sebagai ciri khas santri.

Seragam juga Cuma satu yang saya tahu, warna biru dengan motif kotak-kotak, itupun ya engga bisa tiap hari dikenakan, bau dong sob kalau tiap hari di pakai, kapan dicucinya...hehehe.

Mereka dirumah itu belajar membaca Alqur an, memberikan arti kata per kata dari kitab Alqur an dengan dibantu oleh gurunya, atau mereka menyebutnya “muballigh” yang artinya adalah penyampai.

Walaupun mereka tidak berseragam sebagaimana layaknya santri, namun mereka tetap semangat dalam menimba ilmu agama untuk pondasi kefahaman agama mereka, kelak semoga mereka menjadi anak bangsa yang mampu menjadikan bangsa ini bak wanita cantik yang di lirik oleh bangsa-bangsa diseluruh dunia karena dipimpin oleh generasi-generasi yang berakhlaq mulia, berotak cemerlang, amanah dalam mengembang tugas negara.