Sunday, February 2, 2014

MASJID MASA KECILKU

Assalaamu'alaikum sobat blogger, admin Rajamenyok kini sudah berusia 30 tahun. Banyak hal terjadi sepanjang 30 tahun itu dan alhamdulillah semua terlewati dengan baik atas idzin Allah.

Sedikit tentang tempat belajar saya akan saya bagikan dengan sobat semua. Minggu lalu saya berbagi tentang sekolah SD saya, tempat dimana saya belajar membaca, berhitung dan lain-lain disana. Nah.., sekarang adalah tempat dimana saya belajar membaca Alqur an dan memahami isinya, membaca Alsunnah dan memahami isinya serta banyak lagi.



Adalah masjid Almubarokah, letaknya di tepi jalan raya desa Gebangangkrik kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan. Masjid ini sudah 3 kali mengalami renovasi dan semakin besar serta megah untuk ukuran masjid di kampung saya.

Sejak kelas 1 SD saya sudah mulai rajin pergi ke masjid ini untuk belajar agama Islam lebih banyak. Walaupun sebenarnya di rumah ibu saya juga sering mengajarkan do'a - do'a yang juga digunakan oleh Rosululloh S.A.W. Kalau untuk mengajarkan baca Alqur an sepertinya ibu saya ga pernah waktu itu. Mungkin karena memang tidak mampu mengajarkan, tapi kalau baca Alqur an ibu saya bisa sob....

Di masjid itu pula saya dan teman-teman belajar mengasah mental, karena ada materi yang namanya latihan nasehat. Saya harus duduk di tempat yang disediakan ketika sedang belajar nasehat. Sementara peserta yang lain duduk di bawah untuk mendengarkan nasehat saya.

Sejak kelas 3 SD saya sudah mulai tidur dimasjid bersama dengan teman yang lainnya. Saya termasuk yang paling kecil dan paling muda waktu itu. Saya yang usia 9 atau 10 tahun, sementara yang lainnya usia 12 hingga 20 tahun.

Pengalaman yang luar biasa menurut saya, senang berada dimasjid walaupun sebenarnya ada banyak alasan untuk lebih memilih tidur di rumah. Kalau musim hujan, di masjid banyak nyamuk, buaaanyaaakkkk pokoknya. Kalau dirumah saya bisa tidur dikamar, pake kelambu sehingga tidak diganggu nyamuk. Pas lagi musim kemarau udara malam hari cukup dingin untuk ukuran temperatur di Lamongan, padahal kalau di rumah bisa pake selimut yang tebel.

Namun Allah memang sudah men-set hati saya untuk senang berada di masjid bagaimanapun kondisinya. Ok sob..., lain waktu insya Allah saya sambung ceritanya, ini masa kecilku, bagaimana masa kecil sobat...???