Thursday, February 13, 2014

Bijaksana Menyikapi Kekurangan Orang Lain

Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Sobat pembaca Rajamenyok yang selalu semangat dan bijaksana menyikapi berbagai fenomena dalam kehidupan di sekitar kita. Allah menciptakan makhluknya dengan berbagai macam karakter, bentuk, sikap dan lain-lain yang semuanya unik satu sama lain. Ada yang diberi banyak kelebihan dan ada yang diberi sedikit kelebihan.
Seperti dalam kisah berikut ini ; Adalah seorang kakek yang selalu membawa air untuk kebutuhannya di rumah. Kakek selalu membawa air menggunakan 2 tempayan yang dipikul menggunakan sebatang kayu bambu. Cukup jauh memang tempat airnya, disebuah kaki gunung sekitar rumahnya. 


Kedua tempayan yang berada di ujung kayu pemikul ini telah menemani sang kakek bekerja mengambil air selama 2 tahun lamanya. Sang kakek menjaga dan merawat 2 tempayan dengan baik, karena dengan 2 tempayan itulah kakek bekerja. 

Namun sayang..., selama 2 tahun tersebut sang kakek tidak dapat membawa air 2 tempayan utuh, karena tempayan yang satu telah retak. Air dalam tempayan yang penuh saat mengambil di kaki gunung, sampai rumah tinggal setengah saja karena air terus menetes melalui retakan di badan salah satu tempayan. 

Suatu pagi yang cerah saat sang kakek mengambil air di tempat biasanya, tempayan yang retak dengan malu dan sedih berkata kepada sang kakek, "Kek..., aku minta maaf karena selama ini aku hanya bisa membawa air setengah saja, padahal kakek mengisiku penuh dari tempat ini. Retak di badanku membuat air menetes dan terbuang percuma di sepanjang jalan menuju rumah kek...."

Sang kakek pun tersenyum dan berkata; "Wahai tempayan yang retak, Justru karena badan kamu yang retak itulah kakek selama 2 tahun ini selalu menikmati perjalanan dari tempat ini sampai ke rumah. Walaupun jauh, kakek merasa senang karena sepanjang jalan yang kakek lewati bermekaran bunga-bunga indah dengan aroma yang harum. Tetesan air dari retakan badanmu telah membuat bunga-bunga itu tumbuh subur lho...", jawab sang kakek dengan bijak.