Tuesday, July 9, 2013

Dimana Surgaku?

Dimana Surgaku?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى الِهِ وَاَصْحبِهِ, اَمَّا بَعْدُ:

"Aku bersaksi bahwa sesungguhya tiada tuhan kecuali hanya Allah dan aku bersaksi bahwa muchammad adalah utusan Allah, semoga rohmat dan keselamatan Allah selalu tercurah padanya dan atas keluarga serta sahabatnya", aamiin.

اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعلَمِيْنَ, segala puji bagi Alloh, dzat yang maha memberi. Kami sadar ya Alloh bahwa sebesar dan sebanyak apapun ucapan syukur kami kepada engkau, tidaklah mungkin dapat membandingi banyaknya nikmat yang engkau berikan kepada kami. Cintailah kami ya Alloh agar hati kami bahagia. Ampuni semua dosa kami ya Alloh, agar kami hidup bahagia.

Sobat blogger…, kebahagiaan adalah keadaan yang selalu kita inginkan di setiap detik dalam hidup kita, di setiap mili dalam langkah kita.  Sadar atau tidak sadar kita hidup hanya sementara di dunia ini. Setiap kita pasti akan merasakan kematian. Kematian pasti akan datang kepada kita. Datangnya kematian tidak kenal usia, keadaan, waktu, tempat, tingkat sosial atau apapun.

"Katakanlah Muchammad: Sesungguhnya kematian yang kalian takutkan pasti akan datang menjumpai kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah dzat yang mengetahui sesuatu yang ghoib dan yang nampak lalu diceritakan kepada kalian tentang segala sesuatu yang pernah kalian lakukan di dunia”. (Q.s. Al-Jumu'ah: 08)

Mungkin saat ini kita tidak lagi mempunyai ibu karena ajal telah menjemputnya. Mungkin juga bapak kita, atau istri kita, anak kita, atau mungkin saudara kita. Itulah kenyataan, mereka tidak lagi bersama-sama kita karena mereka telah mendahului kita menghadap kepadaNya. Sebesar apapun usaha kita untuk TETAP bersama mereka, sebesar apapun rasa sayang kita kepada mereka, TETAP tidak akan mampu menolak kematian yang memang sudah saatnya datang. Kita juga pasti akan menyusul mereka. Cepat atau lambat kita pasti tinggalkan kehidupan dunia ini. Kehidupan di dunia tidak ada yang langgeng. Terkadang bahagia, kadang sedih. Suatu saat sehat, suatu saat sakit. Dulu kita muda lalu menjadi tua. Kita sekarang hidup dan pasti akan mati.

“Segala sesuatu yang bersifat duniawi pasti akan rusak dan segala sesuatu yang ada di akhirot adalah kekal”. (Q.s. An-nakhl: 96)

Siapapun yang merasakan kebahagiaan, di zaman apapun dia hidup, pasti kebahagiaan itu tidak pernah dia rasakan sepanjang hidupnya. Karena kebahagiaan yang kekal abadi hanya ada di surga. Surga dibuat penuh dengan dengan sesuatu yang menyenangkan. Tiada waktu sedetikpun di surga yang lewat tanpa kebahagiaan. Tiada tempat satu milipun di surga yang tidak menyenangkan pandangan.
Sebuah hadits qudsi yang artinya; 

“Telah aku siapkan bagi hamba-hambaku yang solih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan sesuatu yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam hati manusia”. (H.R. Bukhori)

Namun semua itu tidaklah gratis. Perlu perjuangan panjang untuk mencapai surga. Perlu perjuangan seumur hidup kita untuk melawan hawa nafsu kita yang selalu mengajak berbuat jelek. Juga meluangkan waktu untuk Alloh yang telah memberikan kesempatan kita untuk hidup. Karena hanya kita yang mau mengerjakan kebaikan yang pantas menghuni surga. Jika kita tidak mampu memaksa diri kita untuk melakukannya, surga macam apa yang kita impikan…?!!!. Jika kita selalu bersikeras, selalu menuruti hawa nafsu, enggan ingat kepada Alloh, surga apa yang bisa kita jumpai…?!!!.

Kami yang meluangkan waktu untuk menulis ini bukanlah orang yang suci. Kami juga insan biasa yang terkadang dikuasai oleh hawa nafsu. Kami juga insan biasa yang berlumur dosa, Namun kami sangat rindu akan surge dan akan terus berusaha sepanjang hidup kami untuk kembali kesana. Kami yakin bahwa Alloh selalu membuka tangan untuk menerima taubat hambaNya. Dan dengan mengajak orang lain untuk kembali kepadaNya hati kami akan terasa semakin dekat denganNya. Saudaraku….disanalah, surga adalah tempat kita yang sesungguhnya. Mari kita baca dan hayati tulisan-tulisan ini. Semoga kita semakin takut untuk berbuat dosa dan semakin rindu untuk kembali ke surga. Akhirnya kita mau meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Terima kasih telah membaca halaman ini. Semoga  Allah senantiasa memberikan keamanan, keselamatan, kelancaran, keberhasilan dan kebarokahan, aamiin.