Sunday, July 28, 2013

NERAKA LEBIH ENAK DARIPADA SURGA???

Jalan yang membencikan atau yang menyenangkan?

Diriwayatkan oleh Sunan At-tirmidzi sebuah hadits dari Abi Huroiroh dari Rosulullah SAW, Rosul bersabda: Setelah Alloh selesai menciptakan Surga dan Neraka Alloh mengutus Malaikat Jibril agar melihat surga. 

Alloh berfirman “Lihatlah surga dan lihatlah segala sesuatu yang telah aku siapkan di dalam surga untuk ahli surga”. Maka berangkatlah Jibril menuju surga dan mulai melihat surga beserta seluruh fasilitas yang Alloh persiapkan untuk ahli surga. Setelah Jibril melihat surga dan seluruh fasilitas yang ada di dalamnya maka Jibril kembali kepada Alloh dan Jibril berkata: “Demi kemulyaan engkau ya Alloh, setiap orang yang mendengar tentang surga pasti dia akan sangat ingin masuk surga dan pasti mampu untuk masuk ke dalam surga”. 

Maka setelah itu Alloh memerintahkan agar surga dikelilingi dengan hal-hal yang dibenci oleh hambaNya. Kemudian Alloh kembali memanggil Malaikat Jibril dan memerintahkan kepada Jibril agar kembali melihat surga dan semua yang tersedia dalam surga. Maka Jibril pun kembali datang ke surga dan melihat segala sesuatu yang telah Alloh sediakan di dalam surga untuk ahli surga nanti. Dan saat itu surga telah berubah. Surga telah dikelilingi dengan hal-hal yang membencikan. Segera Jibril kembali kepada Alloh dan berkata: “Demi kemulyaan engkau ya Alloh, aku kawatir tidak akan ada seorangpun yang mampu mencapai surga. 

Alloh pun memerintahkan agar Jibril juga melihat neraka dan melihat semua yang ada dalam neraka yang Alloh persiapkan. Maka ketika Jibril sampai di neraka, Jibril melihat api neraka saling menyambar, saling menjilat. Maka kembalilah Jibril kepada Alloh dan berkata, “Ya Alloh, setiap orang yang mendengar tentang neraka pasti mereka tidak akan mau masuk kedalam neraka”. 

Maka Alloh memerintahkan agar neraka dikelilingi dengan hal-hal yang menyenangkan. Kemudian Alloh memerintahkan Jibril agar kembali melihat neraka dan melihat perubahannya. Segera Jibril melihat neraka dan semua yang telah Alloh persiapkan untuk penghuni neraka. Dan Jibril kembali menghadap Alloh kemudian berkata: “Demi kemulyaan engkau ya Alloh, aku kawatir tidak akan ada orang yang mampu selamat dari neraka”.

Wahai sobat…, sekarang kita tahu mengapa perbuatan-perbuatan yang menyenangkan dan asyik dilarang oleh Alloh. Karena hal-hal yang menyenangkan dan asyik itu adalah jaring-jaring syetan yang diciptakan Alloh mengelilingi neraka. Karena Alloh benar-benar ingin menunjukkan kita pada jalan yang diridloiNya sehingga kita dilarang mendekati pagar-pagar neraka itu. Rambu-rambu yang Alloh letakkan dalam Alqur an dan diperkuat dengan rambu-rambu yang ada dalam Alhadits semua telah jelas. Di sana ada perintah, di sana ada larangan, di sana ada cerita yang mengandung nasehat. Namun hanya sedikit orang yang mau memahami semua itu. 

Umumnya manusia lebih senang menerobos rambu-rambu itu. Sayang sekali jika hidup kita terjerat dalam jaring-jaring syetan tersebut. Karena semua orang hanya memiliki satu kesempatan dalam hidupnya untuk kembali ke dalam kehidupan yang bahagia kekal abadi selama-lamanya atau kehilangan semua itu dan masuk dalam kehidupan yang penuh dengan siksaan, kesengsaraan, kesedihan, kehinaan yang kekal abadi selama-lamanya. Dengan menjadi hamba Alloh yang patuh pada rambu-rambuNya tidak akan ada sesuatu apapun yang menakutkan pada diri kita. Bahkan kematian sekalipun tidak akan membuat kita takut. 

Karena di manapun kita mati, di rumah, di jalan, di kantor, di sekolah, di kampus, di atas kendaraan, di depan komputer ini, kita tidak akan takut karena ada harapan mati kapanpun, di manapun kita dijamin masuk surga selamat dari neraka. TIDAK PAKE INSYA ALLOH, YAKIN, HARUS, WAJIB, MUSTI, KUDU masuk surga selamat dari neraka. Karena itu adalah janji Alloh dalam Alqur an surat Annisa ayat 13:

Waman yuthi-‘illaaha warosuulahuu yudkhilhu jannaat…,

~Barang siapa yang taat kepada Alloh dan utusanNya maka Alloh memasukkannya kedalam surga….

Sebaliknya jika kita abaikan rambu-rambu Alloh dalam Alqur an dan rambu-rambu utusanNya dalam Alhadits maka kehinaan, kepedihan, kesengsaraan yang kekal abadi selama-lamanya akan kita jumpai. Firman Alloh dalam Alquran: 

Waman ya’sillaaha warosuulahuu wayata’adda huduudahuu yudkhilhu naaroo…. (QS Annisa ayat 14)

~Barang siapa yang menentang Alloh dan utusanNya serta melanggar batas-batas Alloh maka Alloh memasukkan orang itu kedalam neraka….

Itulah surga tempatnya segala kenikmatan, kebahagiaan, kemulyaan, kejayaan yang pol kekal abadi selama-lamanya yang ternyata dipagari oleh Alloh dengan hal-hal yang kita benci. Kita sangat sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita dari dari pagi hingga sore bahkan ada yang sampai malam. Kita sibuk sekolah, kuliah, belajar agar sekolah kita berhasil mencapai cita-cita kita. Tapi Alloh meminta kita untuk meluangkan waktu demi beribadah kepadaNya. 

Alangkah berat hati kita saat itu. Aku sibuk ya Alloh, kenapa engkau perintah ini perintah itu…?!. Uang aku hanya cukup untuk kebutuhanku ya Alloh, mengapa engkau perintah aku sodaqoh ini sodaqoh itu…?!. Itulah sedikit dari pagar surga yang Alloh jadikan untuk hambaNya. Kebencian-kebencian yang selalu muncul di hati kita terhadap perintah-perintah Alloh.

Sebaliknya neraka yang Alloh ciptakan penuh dengan siksaan, kesedihan, kesengsaraan, kehinaan yang pol kekal abadi selama-lamanya ternyata dipagari/ ditutup oleh Alloh dengan hal-hal yang menyenangkan. Memegang, mencium  laki-laki atau perempuan yang bukan mahrom kita, menguasai harta kekayaan yang bukan hak kita, bekerja sepanjang hari dan mengumpulkan banyak uang hingga lalai ibadah, adalah sedikit dari hal-hal yang menyenangkan yang termasuk dalam jaring-jaring neraka. 

Sobat.., bukan hak kami untuk menyuruh sahabat ingat kepadaNya dengan cara ibadah untukNya. Semata-mata hanya menyampaikan apa yang termuat dalam Alqur an dan Alhadits. Sebagus dan seindah apapun sebuah kata untuk menasehati orang, sebagus dan seindah apapun sikap seseorang kepada kita, TIDAK AKAN merubah kita menjadi sadar akan kewajiban kita sebagai hamba Alloh. 

Kesadaran, kefahaman dan hidayah adalah utuh dari Alloh. Bukan karena nasehat yang kita dengar, bukan karena tulisan yang kita baca dan bukan karena contoh baik yang kita lihat. Semua yang kita dan orang lain lakukan adalah usaha. Dan jika kita benar-benar mempersungguh dalam usaha menjadi lebih baik maka Alloh berfirman dalam surat Al-ankabut ayat 69: 

Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa…, 

~dan adapun orang-orang yang mempersungguh di dalam urusan agamaku Alloh maka aku akan tunjukkan jalanku kepada mereka.

Terima kasih telah membaca halaman ini. Semoga  Allah senantiasa memberikan keamanan, keselamatan, kelancaran, keberhasilan dan kebarokahan, aamiin.