Wednesday, July 10, 2013

Niat puasa romadlon dan makan sahur

Niat Puasa Romadlon Sebelum Terbit Fajar

Jangan lupa bahwa untuk mengerjakan  puasa romadlon harus ada niat sebelum terbit fajar. Kalau sampai tidak niat dan keburu datang fajar…..?, ini haditsnya: 

“Anna rosulallaahi SAW qoola; Man lam yujmi-‘ish-shiyaama qob-lal faj-ri falaa shiyaama lahu” (HR. Abu Daud kitaabush-shoum)


~Sesungguhnya  rosulullah bersabda; Barang siapa yang belum niat puasa romadlon sebelum terbit fajar maka tidak ada puasa baginya. 

Pengertian hadits ini adalah jika seseorang lupa atau memang tidak niat puasa romadlon hingga terbit fajar, maka dia tetap wajib mengerjakan puasa di hari itu namun tidak terhitung sebagai puasa romadlon dan dia harus mengganti puasa di hari yang lain. 

Maka untuk mengantisipasi itu, jangan sampai tidak sholat tarawih dan tidak sahur. Dengan mengerjakan tarawih dan sahur insya Alloh kita jadi ingat bahwa besok kita akan puasa dan hati kita segera kita niatkan untuk puasa. Dan niat berpuasa sepanjang hadits yang saya dapatkan dalam kutubussitah, tidak ada niat puasa yang diucapkan. Jadi cukup niat dalam hati bahwa besok saya akan berpuasa. Kecuali jika pembaca mempunyai dasar hukum yang kuat tentang niat puasa yang diucapkan maka silahkan diamalkan dan jika tidak keberatan mohon tuliskan dasar hukumnya untuk saya.


Makan sahur itu barokah
Sobat…, apakah kamu termasuk orang yang males untuk makan sahur…?, enggak apa-apa, banyak temennya. Tapi coba perhatikan hadits berikut ini:

Tasach-charuu fa-inna fis-sachuuri barokatan. (HR. Bukhori kitaabush-shoum)

~makan sahurlah kalian, maka sesungguhnya di dalam makan sahur ada barokahnya. 

Jadi cobalah untuk tetap makan sahur mengingat rosul bersabda demikian. Jangan mentang-mentang kuat kalo gak sahur, terus puasanya ga pake sahur. Ingat bahwa barokah itu adalah kebaikan yang sangat banyak pengertiannya. Lagipula pasti ada nilai pahalanya karena kita mengikuti sunnah rosul. Mulai biasakan diri untuk makan sahur agar puasa kita tambah barokah.

Apalagi ada hadits yang bunyinya seperti ini:

Inna fashla maa baina shiyaaminaa washiyaami ahlil kitaabi ak-latussachuri. (HR. Abi Daud kitaabush-shoum)

~Sesungguhnya bedanya antara puasaku (Nabi Muchammad) dan puasanya orang ahli kitab (yahudi & nasroni) adalah makan sahur. 

Dalam beribadah orang islam menyelisihi orang ahli kitab. Maka dengan makan sahur berarti kita menyelisihi mereka. karena mereka puasanya tanpa makan sahur.